Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan strategi untuk pemenuhan sumber pasokan minyak domestik. Hal ini menyusul dengan memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan, saat ini pemerintah bersama Pertamina tengah mencari sumber pasokan energi dari negara lain. Terutama, yang tidak terdampak tensi geopolitik di Timur Tengah.

“Jadi, itu akan perlu dipikirkan sumber-sumber dari belahan dunia lain andai kata skenario terburuk terjadi. Jadi, kita bekerja sama dengan Pertamina mencari sumber lain yang sekiranya tidak terdampak geopolitik, kalau harga kemungkinan bisa sama tapi kalau sumber lain yang lebih murah kita upayakan,” tutur Tutuka dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Jumat (19/4/2024).

“Untuk LPG Pertamina sudah kontrak sampai bulan Mei, sampai Desember tahun ini pun sudah ada perencanaan tinggal difinalisasi demikian juga BBM Pertamina juga telah melakukan upaya-upaya tersebut,” ujarnya.

Menurut Tutuka, hal yang terpenting saat ini adalah bagaimana mengamankan pasokan minyak untuk kebutuhan domestik. Karena itu, pemerintah membuka peluang untuk mencari tambahan suplai yang berasal dari negara lain seperti Afrika.

“Sumber-sumber cukup banyak di barat Afrika. Selain Nigeria ada Gabon sebagainya cukup potensial untuk dikembangkan lebih jauh dan itu yang sedang dikembangkan Pertamina untuk difinalisasi ke depan untuk persiapan-persiapan tambahan suplai,” kata Tutuka.

Sebagaimana diketahui, harga minyak mentah dunia ikut melejit pada perdagangan hari ini setelah Israel dilaporkan menyerang Iran.

Mengutip Refinitiv pada Jumat (19/4/2024) pukul 09.23 WIB harga minyak mentah acuan Brent melejit 3,5% ke US$90,14 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 3,61% ke US$85,80 per barel.

Dilansir ABC News, Jumat (19/4/2024), misil Israel telah menghajar satu lokasi di Iran.

“Ada beberapa laporan yang belum dikonfirmasi mengenai ledakan di Timur Tengah,” kata kepala penelitian komoditas ING, Warren Patterson.

Laporan-laporan tersebut telah memicu kekhawatiran bahwa Israel telah menanggapi serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran pada akhir pekan lalu, kata Patterson.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Alamak! Impor Minyak RI Lebih Besar Ketimbang Produksi Dalam Negeri


(wia)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *