Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang saat ini memeriksa pejabat Kementerian ESDM dalam kasus korupsi pegelolaan tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk (TINS) tahun 2015-2022.

Kejagung menyebutkan bahwa pejabat itu adalah Sub Koordinator Pemasaran di Kementerian ESDM berinisial BE dan dua Inspektur Tambang dengan inisial FA dan TM.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (Biro Klik) Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi membenarkan bahwa memang benar pejabat ESDM diperiksa oleh Kejagung pada tanggal 19-23 April 2024 lalu.

Agus mengatakan penyidik dari pidana khusus (Pidsus) datang ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) untuk berkoordinasi sekaligus meminta keterangan terkait kasus di PT Timah.

“Bahwa benar pada rentang waktu tanggal 19 sampai 23 April 24, penyidik dari Pidsus Kejaksaan Agung telah datang ke Ditjen Minerba untuk berkoordinasi sekaligus meminta keterangan terkait kasus di PT Timah,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Kamis (25/4/2024).

Agus mengungkapkan setidaknya terdapat sebanyak 13 orang inspektur tambang perwakilan provinsi Bangka Belitung (Babel) dan 1 subkor pemasaran Ditjen Minerba yang diperiksa sebagai saksi oleh Kejagung.

“Selanjutnya 13 orang Inspektur Tambang di perwakilan Provinsi Babel dan 1 Subkor pemasaran Ditjen Minerba juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi di Kejagung,” jelasnya.

Dengan begitu, Agus mengatakan pihak Ditjen Minerba akan berlaku kooperatif dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejagung.

“Ditjen Minerba akan kooperatif dengan pihak APH dari Pidsus Kejagung untuk mengungkap kasus pelanggaran hukum di PT Timah dengan menjunjung asas hukum praduga tidak bersalah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutupnya.

Asal tahu saja, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana mengungkapkan terdapat 3 orang saksi yang diperiksa oleh pihaknya yakni satu orang pejabat Sub Koordinator Pemasaran di Kementerian ESDM berinisial BE dan dua saksi lainnya selaku Inspektur Tambang. Kedua inspektur itu berinisial FA dan TM.

Menurut Ketut, Ketiga saksi itu diperiksa dalam kaitannya dengan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata niaga timah di PT Timah Tbk. Dia mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat pembuktian.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” katanya, dikutip Kamis (25/4/2024).

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan 16 orang menjadi tersangka. Suami pesohor Sandra Dewi, Harvey Moeis menjadi salah satu tersangka yang paling disorot dalam kasus ini.

Selain itu, sejumlah mantan pejabat di PT Timah ikut terseret, di antaranya Direktur Utama TINS periode 2016-2021 Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT), Direktur Keuangan TINS periode 2017-2018 Emil Ermindra, dan Direktur Operasi Produksi TINS 2017-2021 Alwin Albar.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


DPR Ucap Ada Mafia Besar di Balik Kasus Korupsi Timah, Sebut Nama Ini!


(pgr/pgr)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *