Jakarta, CNBC Indonesia – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) terus mengupayakan divestasi saham tol Semarang-Demak bisa selesai tahun ini. Divestasi dilakukan sebagai langkah penyehatan keuangan perseroan

Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto mengatakan, saat ini divestasi Tol Semarang-Demak masih terkendala isu pembebasan lahan di sesi satu. Sehingga, beberapa investor yang melirik masih sulit menerima risiko tersebut. Mayoritas investor mau agar tol tersebut sudah berlabel brownfield atau beres sebelum diakuisisi.

“Di Tol Semarang-Demak ini masih ada hambatan terkait belum selesainya sesi 1, tapi kita coba cari investor yang bisa asses dari risk konstruksi tadi,” ungkap Agus pada Paparan di Plaza PP, Wisma Subiyanto, TB Simatupang, Jakarta, Rabu (24/4/2024).

“Mereka maunya brownfield maunya. Tapi sebenarnya konstruksi atas tanah untuk 82% itu sudah bisa. Cuma di situ ada namanya reservoir untuk mengatasi banjir di Semarang, itu yang belum bebas (lahannya),” imbuhnya.

Agus mengatakan bahwa kendala pembebasan lahan terjadi di area reservoir atau penampung banjir Semarang. Di luar itu, 82% konstruksi atas tanah sudah bisa di gunakan.

Sejauh ini, sudah ada beberapa investor yang tengah membidik saham Tol Semarang-Demak ini. Misalnya investor China dan Indonesia Investment Authority (INA). Keduanya tengah dalam masa due dilligent. Sebelumnya juga sudah ada Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang mau masuk tapi akhirnya mundur.

“Kemarin SMI sudah (masuk) tapi mundur, ini ada beberapa investor dari China kemudian INA juga lagi menjajaki, due dilligent semuanya,” sebutnya.¬†




Proyek tol Semarang-Demak 27 km untuk  Seksi 2 (Sayung-Demak) sepanjang 16,31 Km akan dioperasikan akhir 2022. (Dok. Kementerian PUPR)Foto: Proyek tol Semarang-Demak 27 km untuk Seksi 2 (Sayung-Demak) sepanjang 16,31 Km akan dioperasikan akhir 2022. (Dok. Kementerian PUPR)
Proyek tol Semarang-Demak 27 km untuk Seksi 2 (Sayung-Demak) sepanjang 16,31 Km akan dioperasikan akhir 2022. (Dok. Kementerian PUPR)

PTPP menargetkan bisa melakukan divestasi saham Rp400 miliar di tol tersebut. Sedangkan target divestasi sejumlah proyek PTPP sebesar Rp3 triliun untuk 2024.

“Karena barang itu bagus, kami ngelepasnya gak semuanya, sedikit saja, supaya valuasinya naik karena itu yang akan menurunkan leveraging PP nantinya,” ungkap Agus.

Tol Semarang-Demak dikenal sebagai Tol ‘Atlantis’ karena proyek ini dibangun di atas Laut Jawa sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut. Jalan Tol Semarang – Demak terdiri dari 2 Seksi, yaitu Seksi 1 Semarang-Sayung sepanjang 10,64 km dan seksi 2, Sayung – Demak sepanjang 16,01 km.

Untuk Seksi 1 Semarang – Sayung merupakan dukungan Pemerintah melalui APBN dengan nilai kontrak Seksi 1A sebesar Rp 2 triliun, Seksi 1B Rp 6,8 triliun, dan seksi 1C Rp 2,1 triliun.

Kemudian Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 2 Sayung – Demak dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT PP Semarang Demak dengan pelaksanaan penandatanganan PPJT pada 23 September 2019 dan masa konsesi selama 35 tahun sejak SPMK (15 Mei 2020). Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 2 dengan biaya investasi sebesar Rp 5,9 Triliun memiliki jumlah dan lebar lajur 2 x 2 x 3,6 m, dengan kecepatan rencana 80 km/jam dan memiliki 2 simpang susun, yaitu simpang susun Sayung dan simpang susun Demak. Ruas ini sudah beroperasi sejak 25 Februari 2023.

Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 1 juga berfungsi untuk mengatasi permasalahan banjir dan rob dengan cara membendung air sebagai sistem polder, yaitu metode pengendalian banjir rob dengan pembangunan tanggul laut yang dilengkapi dengan kolam retensi, pompa, pintu air dan sistem drainase regional yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen pengelolaan air.

Selain itu pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak di Provinsi Jawa Tengah tetap melindungi kawasan mangrove yang berada di pesisir Pantai Utara Jawa. Dalam membangun infrastruktur, bukan hanya bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa, Kementerian PUPR juga memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan dan keberlanjutan.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Papua Barat Diam-Diam Punya Bandara Baru, Penampakannya Megah


(wur/wur)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *