Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko angkat suara perihal motor listrik sebagai program yang salah satunya tengah didorong oleh pemerintah saat ini terpantau belum maksimal terserap pasar walaupun sudah diguyur berbagai insentif dari pemerintah.

Moeldoko sendiri mengatakan dirinya bertanya-tanya apa sebab dari ‘tidak laku’-nya motor listrik di dalam negeri meski sudah diberikan insentif oleh pemerintah.

“Regulasi sudah cukup bagus termasuk insentif yang diberikan, tapi kan belum maksimal. Ada insentif bantuan Rp 7,5 juta untuk sepeda motor baru tapi ngga maksimum serapannya, ini ada apa?” ujar Moeldoko dalam Konferensi Pers Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024 di Kemayoran, dikutip Sabtu (27/4/2024).

Belajar dari pengalaman tahun lalu, jumlah kuota yang terpakai hanya sebagian kecil dari yang pemerintah sediakan, diantaranya insentif sepeda motor listrik.




Sejumlah pengunjung melihat motor listrik BMW CE-04 di booth BMW Motorrad dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS 2024) pada Minggu, (17/2/2024). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)Foto: (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Sejumlah pengunjung melihat motor listrik BMW CE-04 di booth BMW Motorrad dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS 2024) pada Minggu, (17/2/2024). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Moeldoko mengaku telah menganalisis sejumlah penyebab kenapa serapan kuota dari kendaraan listrik tidak maksimal. Diantaranya ialah isu-isu yang berkembang di masyarakat serta kebiasaan lama masyarakat dalam kendaraan internal combustion engine (ICE).

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Roda Dua (SISAPIRa), hingga Senin 22 April 2024 pukul 17.53 WIB, sisa kuota 2024 masih ada 576.400 unit dengan 10.643 proses pendaftaran, 1.394 terverifikasi dan 11.563 unit tersalurkan.

Beberapa motor listrik yang mendapat subsidi adalah Juara Bike (Selis) dengan line up Agats SLA Rp9,49 juta, Agats Rp15,9 juta, Emax Rp13,5 juta serta Go Plus Rp22,4 juta, sedangkan Smoot Motor Indonesia (Smoot) ada Tempur Rp11,5 juta Zuzu Rp12,9 juta serta Hartono Istana Teknologi (Polytron) dengan Fox-R Rp13,5 juta.

“Mungkin isu-isu itu belum terpecahkan dengan baik, seperti motor tarikannya kurang, anak muda kan ngga suka yang tarikannya kurang, berikutnya jarak dekat, charging lama,” kata Moeldoko yang juga Ketum (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesi Periklindo) itu.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Moeldoko: Kritik Rizal Ramli Saya Gunakan Sebagai Obat Penyembuh


(wur)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *