Jakarta, CNBC Indonesia – Ekonomi dunia di ambang bahaya besar setelah rasio utang global mencapai tingkat yang belum pernah terjadi dalam 200 tahun.

Borge Brende, Presiden World Economic Forum (WEF), memberikan pandangan yang jelas terhadap perekonomian global dengan mengatakan bahwa dunia akan menghadapi pertumbuhan yang rendah selama satu dekade jika langkah-langkah ekonomi yang tepat tidak diterapkan.

Berbicara di “Pertemuan Khusus mengenai Kolaborasi Global, Pertumbuhan, dan Energi untuk Pembangunan” WEF di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (28/4/2024), ia memperingatkan bahwa rasio utang global mendekati tingkat yang belum pernah terjadi sejak tahun 1820-an dan terdapat risiko “stagflasi” di negara-negara maju.

“[Estimasi] pertumbuhan global tahun ini sekitar 3,2 [%]. Ini tidak buruk, tapi ini bukan hal yang biasa kita alami – tren pertumbuhannya biasanya sebesar 4% selama beberapa dekade,” katanya kepada¬†CNBC, seraya menambahkan bahwa ada risiko perlambatan seperti yang terlihat pada tahun 1970-an di beberapa negara besar.

“Kita tidak bisa terlibat perang dagang, kita tetap harus berdagang satu sama lain,” jelasnya ketika ditanya tentang menghindari periode pertumbuhan rendah.

“Perdagangan dan rantai nilai global akan berubah – akan ada lebih banyak hal yang bersifat near-shoring dan friends-shoring – namun kita tidak boleh kehilangan banyak hal… Maka kita harus mengatasi situasi utang global. Kita belum pernah melihat utang seperti ini sejak Perang Napoleon, kita mendekati 100% PDB global dalam bentuk utang,” katanya.

Dia mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan cara mengurangi utang tersebut dan mengambil langkah-langkah fiskal yang tepat tanpa terjebak dalam situasi yang memicu resesi. Dia juga mengisyaratkan tekanan inflasi yang terus-menerus dan kecerdasan buatan generatif dapat menjadi peluang bagi negara berkembang.

Peringatannya sejalan dengan laporan terbaru dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang mencatat bahwa utang publik global telah meningkat hingga 93% dari PDB tahun lalu, dan masih 9 poin persentase lebih tinggi dibandingkan tingkat sebelum pandemi. IMF memproyeksikan utang publik global akan mendekati 100% PDB pada akhir dekade ini.

IMF juga menyoroti tingginya tingkat utang di China dan Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa kebijakan fiskal yang longgar di China dan Amerika Serikat memberikan tekanan pada suku bunga dan dolar yang kemudian meningkatkan biaya pendanaan di seluruh dunia sehingga memperburuk kerapuhan yang sudah ada sebelumnya.

Awal bulan ini, IMF sedikit menaikkan perkiraan pertumbuhan globalnya, dengan mengatakan bahwa perekonomian dunia telah terbukti “sangat tangguh” meskipun ada tekanan inflasi dan perubahan kebijakan moneter. Saat ini mereka memperkirakan pertumbuhan global sebesar 3,2% pada tahun 2024, naik 0,1 poin persentase dari perkiraan sebelumnya pada bulan Januari.

Brende mengatakan risiko terbesar bagi perekonomian global saat ini adalah “resesi geopolitik yang kita hadapi,” menyoroti ketegangan Iran-Israel baru-baru ini.

“Ada begitu banyak hal yang tidak dapat diprediksi, dan Anda dapat dengan mudah lepas kendali. Jika Israel dan Iran meningkatkan konflik tersebut, kita bisa melihat harga minyak sebesar US$150 dalam semalam. Dan hal itu tentu akan sangat merugikan perekonomian global,” ujarnya.

 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Intip Sederet Tokoh Terkenal Hadir di WEF Davos 2024


(luc/luc)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *