Jakarta, CNBC Indonesia- Bea Cukai tengah disorot imbas kasus pengiriman barang impor, termasuk alat belajar Sekolah Luar Biasa hingga sepatu dan mainan yang dibebankan pajak hingga ratusan juta rupiah tengah.

Terkait pengiriman barang impor-ekspor, Sekjen DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo), Tekad Sukatno mengatakan pihaknya menangani pengiriman barang impor atau ekspor yang sangat besar dan kasus ini tidak berdampak besar.

Asperindo menilai kasus ini lebih disebabkan belum pahamnya berbagai pihak terhadap aturan pengiriman barang internasional. Kasus ini diharapkan memberi pemahaman masyarakat terhadap aturan pengiriman barang.

Sementara Ketua Asosiasi Pengusaha Logistik e-Commerce (APLE), Sonny Harsono memandang dalam kasus pajak jumbo pengiriman sepatu, Bea Cukai sudah menegakkan aturan, namun kasus ini dinilai menjadi ‘rumit’ imbas rigid-nya aturan Bea Cukai.

Sonny mengatakan persoalan salah input data oleh perusahaan jasa titipan (PJT) namun tidak ada kesempatan untuk dilakukan perbaikan membuat dampaknya berujung pada penerapan denda yang besar. APLE mencatat kasus ini sudah pernah terjadi sehingga diharapkan ada kebijakan yang bisa memerikan ruang perbaikan jika terjadi kesalahan data pengiriman.

Seperti apa pengusaha logistic menanggapi kasus viral pengiriman barang dan Bea Cukai? Selengkapnya simak dialog Dina Gurning dengan Sekjen DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo), Tekad Sukatno dan Ketua Asosiasi Pengusaha Logistik e-Commerce (APLE), Sonny Harsono dalam Profit, CNBC Indonesia (Selasa, 30/04/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *