Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pengecekan panen jagung di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (2/5/2024). Ia melihat kondisi saat ini mengalami kelebihan pasokan atau oversupply yang membuat harga jagung anjlok.

Jokowi menjelaskan panen besar jagung terjadi di sejumlah kawasan, seperti Sumbawa, Dompu, hingga di Gorontalo beberapa waktu lalu. Sehingga membuat kondisi pasokan jagung berlebih.

“Yang terjadi adalah harga turun karena oversupply. Harga sebelumnya Rp 7.000 (per kg), sekarang sudah turun menjadi Rp 4.200 (per kg). Ini baik untuk peternak, tapi kurang baik untuk petani,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi untuk menjaga keseimbangan pasar merupakan hal yang tidak mudah. Melihat kondisi saat ini kurang menguntungkan bagi petani.

Sehingga supaya petani tidak rugi ia menganjurkan untuk terus meningkatkan produktivitas. Menurutnya panen jika panen di atas 5 ton maka dengan harga Rp 4.200 per kilogram itu akan menutup ongkos produksi.




Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau jalannya panen raya jagung di Desa Kotaraja, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Senin (22/4/2024)Foto: dok. Kementan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau jalannya panen raya jagung di Desa Kotaraja, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Senin (22/4/2024)

“Yang paling penting menurut saya produktivitasnya harus naik. Misalnya di sini pakai benuh Tangguh, hasilnya tadi saya tanya 7 – 8 ton. Kalau yang BISI juga sama bisa 7 – 9 ton. Nah produksinya segitu. Tapi ada yang di bawah 5 ton, nah itu yang dengan harga Rp 4.200 gak nutup,” terangnya.

Sebelumnya Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional juga berencana menetapkan Harga Acuan Pembelian jagung dengan kadar air 15% menjadi Rp 5.000 per kilogram. Meski belum direalisasikan.

Menurut Jokowi hal itu akan didorong pemerintah, meski menurutnya saat ini pasokan yang berlebih ini tentu akan membuat harga jagung di tingkat petani akan tetap rendah.

“ya ini yang kemarin kita sudah hitung-hitung, dan kita dorong tapi kalau supply-nya terlalu besar, demandnya tetap, itu hukum pasarnya harga pasti turun karena oversupply,” kata Jokowi saat ditanya adanya keinginan HAP jagung ditetapkan Rp 5.000 per kilogram.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Jokowi Full Senyum di IIMS, Respons Prabowo-Gibran Unggul Quick Count


(emy/wur)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *