Jakarta, CNBC Indonesia – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus berupaya untuk menghasilkan produk-produk bernilai tinggi. Salah satunya dengan mengembangkan produk pendukung kegiatan hulu migas yaitu lumpur pengeboran Smooth Fluid (SF).

Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen menjelaskan lumpur pengeboran ini sangat diperlukan dalam proses pengeboran untuk mengendalikan tekanan dari perut bumi. Sepanjang tahun 2023, KPI telah memproduksi SF sebanyak 212,5 ribu barrel.

“KPI memiliki komitmen untuk terus mengembangkan kapabilitasnya dalam menghasilkan produk-produk berkualitas. Salah satunya dengan menghasilkan produk lumpur pengeboran yaitu SF. Saat ini SF telah diproduksi oleh 3 kilang milik KPI, yakni di kilang Dumai, Cilacap, dan Balikpapan,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (3/5/2024).

Ia menjelaskan SF mulai pertama kali diproduksi di Kilang Unit Balikpapan pada tahun 2007 dengan produk SF-05 yang menjadi unggulan KPI dengan produksi mencapai 99% dari total produksi SF KPI tahun 2023 lalu. Angka produksi SF-05 bahkan mengalami peningkatan hingga mencapai 85% dibandingkan tahun 2022 dengan angka produksi 113,5 ribu barrel.

Menurut Hermansyah SF-05 dipakai oleh Pertamina Group yang berlokasi di Kalimantan. Pada pertengahan Mei 2023 lalu, SF-05 juga dikirimkan ke Pertamina Hulu Rokan di Sumatra.

“Produk ini bahkan juga pernah diekspor ke Aljazair pada tahun 2019 untuk Pertamina Algeria EP (PAEP) yang merupakan anak usaha Pertamina Internasional EP. Pada saat itu sebanyak 4.000 barel dikirim dalam kemasan 27 unit isotank berkapasitas masing-masing 5.000 liter, lanjutnya.

Selanjutnya, Kilang Unit Dumai juga telah memproduksi SF-02 sejak tahun 2016. SF-02 tercatat pernah digunakan oleh ENI Indonesia dan ConocoPhillips. Melihat potensi pasar yang semakin besar, SF-02 diluncurkan ulang pada tahun 2022. Terakhir, Kilang Cilacap juga mampu menghasilkan produk SF pada 2022 dengan diluncurkannya produk SF-04.

“Kemampuan kilang-kilang KPI memproduksi produk bernilai tinggi seperti SF merupakan salah satu bukti pengembangan kemampuan dan keandalan kilang yang terus menerus dilakukan. Lumpur pengeboran merupakan salah satu material penting dalam kegiatan pengeboran, dan KPI dapat menjawab tantangan tersebut dengan memproduksi produk SF,” kata Hermansyah.

Hermansyah juga menjelaskan beberapa keunggulan produk SF yang diproduksi oleh KPI. “Produk SF yang dihasilkan oleh KPI merupakan produk base oil yang memiliki karakteristik antara lain non-korosif dan kompatibel dengan peralatan pengeboran, mempunyai kestabilan yang baik dan tidak mudah teroksidasi dalam berbagai kondisi operasi,” jelas Hermansyah.

Selain itu SF juga mempunyai keamanan yang baik pada peralatan kerja, mempunyai keamanan yang baik di area lumpur, serta mempunyai kestabilan yang baik untuk penyimpanan jangka Panjang, ungkapnya lebih lanjut.

Selain keunggulan produk tersebut, pemakaian SF yang terus meningkat menandakan bahwa produk SF semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan hulu migas. “Selain karena kilang yang terletak di lokasi yang relatif dekat lokasi kegiatan hulu migas, pemakaian SF tentunya akan meningkatkan pemakaian produk dalam negeri terutama dalam industri migas” tutup Hermansyah.

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia sesuai dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance). KPI juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi operasional sebagai bagian dari penerapan aspek ESG.

KPI akan terus menjalankan bisnisnya secara profesional untuk mewujudkan visinya menjadi Perusahaan Kilang Minyak dan Petrokimia berkelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial serta memiliki tata Kelola perusahaan yang baik.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


2 Capaian Besar Kilang Balikpapan Pertamina di 2024


(ven)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *