Jakarta, CNBC Indonesia – Aliansi militer NATO tiba-tiba mengamuk ke Rusia. Pakta pertahanan pimpinan Amerika Serikat (AS) itu mengutuk “aktivitas jahat” negeri Presiden Vladimir Putin di wilayahnya.

NATO menyebut Kremlin sudah melakukan tindakan disinformasi, sabotase dan kekerasan. Bahkan ada campur tangan di dunia maya untuk mengancam keamanan aliansi.

“Ini merupakan bagian dari kampanye intensif … yang dilakukan Rusia di kawasan Euro-Atlantik,” kata NATO dalam sebuah penyataan dikutip AFP, Jumat (3/4/2024).

“NATO menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas tindakan gabungan Rusia, yang merupakan ancaman terhadap keamanan sekutu,” tambah pernyataan itu.

Komentar NATO ini bukan tak berdasar. Sejumlah penyelidikan dan laporan di beberapa negara- seperti Ceko, Estonia, Jerman, Latvia, Lithuania, Polandia dan Inggris- menunjukan ada “aktivitas negara yang bermusuhan”.

Pada akhir Maret misalnya, pihak berwenang Ceko mengatakan mendapati sebuah jaringan yang dibiayai Moskow yang bertugas menyebar propaganda. Jaringan ini memiliki pengaruh di seluruh Eropa, termasuk Parlemen Eropa.

Bulan lalu di Inggris, seorang pria berusia 20 tahun didakwa mendalangi rencana pembakaran terhadap target yang terkait Ukraina di London. Duta Besar Moskow Andrey Kevin menolak klaim adanya hubungan dengan Rusia dan menyebutnya “tidak masuk akal” dan “tidak berdasar”.

“Sekutu akan bekerja sama untuk mencegah dan mempertahankan diri dari tindakan hibrida tersebut,” kata NATO lagi.

“Kami akan tetap teguh mendukung Ukraina saat negara tersebut berjuang untuk menangkis invasi Rusia,” tambahnya.

Perlu diketahui ketegangan antara NATO dan Rusia terjadi karena konflik Rusia dan Ukraina sejak 24 Februari 2022. Serangan Kremlin ke Kyiv, salah satunya didasari keinginan pemerintah Presiden Volodymyr Zelensky untuk bergabung dengan NATO.

Dalam update terbaru CNN International Kamis, dilaporkan bagaimana serangan militer Rusia di medan perang Ukraina terus meningkat. Ukraina sendiri kini sedang mengalami kekurangan amunisi lantaran bantuan persenjataan yang terlambat datang.

Pada akhir April, AS diketahui telah menyetujui bantuan militer senilai US$ 61 miliar (Rp 987 triliun) untuk Kyiv. Disebut pula rudal jarak jauh ATACMS sudah dikirim AS ke negeri sejak Maret.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


NATO Terjunkan 90.000 Tentara hingga Dekat Rusia, Siap Perang Besar?


(sef/sef)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *