Jakarta, CNBC Indonesia- Para ahli telah memperingatkan akan terjadinya krisis di tengah kurangnya sanitasi dan air bersih dan menyebutnya sebagai “Resep buruk bagi bencana kesehatan Masyarakat Gaza”

Tumpukan sampah dan genangan air limbah dapat dilihat hampir di mana-mana di kawasan yang luluh lantak akibat serangan Israel.

Akibatnya banyak keluarga mengatakan bahwa mereka menderita akibat meningkatnya penyebaran penyakit, terutama di kalangan anak-anak.

Kesulitan Air, limbah, panas, akses terhadap listrik, akses terhadap pembersih dan disinfektan semakin memperparah kondisi kota Rafah di bagian selatan yang sesak karena menjadi tempat mengungsi lebih dari separuh penduduk Gaza

Organisasi Kesehatan Dunia telah melaporkan puluhan ribu kasus infeksi saluran pernapasan atas, diare, kutu, kudis, cacar air, ruam kulit dan meningitis di tempat penampungan PBB.

Korban tewas di Gaza lebih dari 34.500 warga Palestina, menurut pejabat kesehatan setempat, saat wilayah tersebut menghadapi bencana kemanusiaan.

Perang telah menyebabkan sekitar 80% dari 2,3 juta penduduk Gaza meninggalkan rumah mereka, menyebabkan kehancuran besar di beberapa kota kecil dan besar serta mendorong Gaza utara ke ambang kelaparan.

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *