Jakarta, CNBC Indonesia – Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menyayangkan sektor pertanian mengalami kontraksi pada kuartal I-2024. Indef menganggap peluang pertumbuhan yang lebih tinggi dari 5,11% pada kuartal I-2024 sirna karena sektor ini tumbuh negatif.

“Yang sangat disayangkan adalah pertumbuhannya negatif ini mungkin sudah beberapa triwulan terakhir ini negatif lagi, dan negatifnya juga cukup besar,” kata Peneliti Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Indef Ahmad Heri Firdaus dalam diskusi Indef, Selasa, (7/5/2024).

Sebelumnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 mencapai 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi masyarakat yang meningkat selama Ramadhan dan belanja pemerintah yang naik karena Pemilu. Menurut data BPS, semua sektor lapangan usaha mengalami pertumbuhan, kecuali pertanian yang mengalami kontraksi 3,54%.

Heri mengatakan kontraksi sektor pertanian di kuartal I ini sangat disayangkan. Sebab, pada periode yang sama permintaan masyarakat terhadap pangan tengah tinggi-tingginya karena adanya Ramadhan dan Pemilu.

“Di Q1 ini harapannya konsumsi bergeliat karena ada Pemilu dan puasa, artinya terjadi akselerasi permintaan, terutama permintaan terhadap barang pangan, tapi sektor yang menghasilkan barang tidak menangkap peluang itu dengan baik,” kata dia.

Heri mengatakan kontraksi pada sektor pertanian ini disebabkan oleh dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Kemarau itu menyebabkan masa tanam dan panen bergeser. Namun, dia berharap iklim tidak selalu dijadikan alasan.

Dia mengatakan anggaran yang diberikan APBN untuk menunjang sektor ini sebenarnya cukup besar, seperti untuk pupuk. Heri menilai anggaran tersebut seharusnya juga bisa dipakai untuk mengadopsi teknologi pertanian, sehingga sektor ini tidak terlalu bergantung pada iklim.

“Kalau kita selalu menyalahkan iklim sampai kapan? Harus ada intervensi dari sisi inovasi dan teknologi,” katanya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


‘Awan Gelap’ Dunia Hantam RI, Sri Mulyani Beberkan Buktinya


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *