Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia akan menjadi tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan digelar pada 19-20 Mei 2024 mendatang di Pulau Bali. Diperkirakan forum ini akan dihadiri oleh banyak kepala negara dan sekitar 50 ribu peserta.

Selain menjadi pusat diskusi global, forum ini juga dianggap sebagai momentum yang sangat baik untuk sektor pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, persiapan dari segi logistik, wilayah, hingga keamanan juga harus terjamin.

Tidak heran, sejumlah kesiapan dilakukan dari infrastruktur, hospitality, dan kekayaan budaya pun diyakini bakal menjadi daya tarik yang membuat tamu-tamu negara terpukau.

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Setya Utama menyebutkan Indonesia tak hanya ingin menunjukkan kesiapannya sebagai tuan rumah, melainkan juga kehebatan budaya yang berkaitan dengan alam dan air.

“Indonesia tentu ingin menunjukkan keberhasilan hospitality penyelenggaraan World Water Forum ke-10. Yang tidak kalah penting juga Indonesia ingin memperlihatkan kehebatan kebudayaan Indonesia, yang memberikan pesan kepada dunia terutama budaya terkait dengan alam dan air,” kata dia dikutip dari siaran pers, Selasa (7/5/2024).

Setya pun mengungkapkan beberapa hal yang akan dipastikan kesiapannya. Pertama infrastruktur pendukung, mulai dari venue hingga akomodasi yang harus memenuhi standar internasional dan ramah lingkungan. Kedua, kerangka kerja sama antar lembaga pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat sipil.

Pemerintah dikatakannya juga mendorong keterlibatan pelajar dan mahasiswa untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan acara.

“Kemudian persiapan ketiga, terkait pendekatan multisektor dan inklusif terus ditingkatkan untuk menghasilkan kebijakan dan rencana aksi yang komprehensif dan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai pemimpin forum, Indonesia siap memperkenalkan inovasi yang akan dilakukan di bidang pengelolaan air, yaitu pemanfaatan teknologi untuk efisiensi air dalam berbagai sektor, seperti pertanian, industri, serta pengelolaan daerah aliran sungai dan strategi adaptasi dan mitigasi terhadap bencana hidrometeorologi.

Kemensetneg turut mengajak perwakilan kementerian/lembaga untuk memastikan berbagai persiapan penyelenggaraan World Water Forum ke-10 pada 25-26 April 2024. Kunjungan berfokus untuk mematangkan proses registrasi, zonasi, pergerakan kendaraan, kesehatan, dan media.

Dari sisi keamanan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal mengerahkan 231 kendaraan operasional berbahan bakar listrik, baik roda dua maupun roda empat untuk mengamankan World Water Forum ke-10 di Bali yang belangsung pada 18-25 Mei 2024.

Korlantas akan menggunakan kendaraan listrik roda dua sebanyak 64 unit dan kendaraan listrik roda empat sebanyak 45 unit untuk pengawalan VVIP.

Sementara untuk pengawalan tamu VIP, kendaraan listrik roda dua dikerahkan sebanyak 68 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 50 unit.

“Selain itu, juga ada untuk komando mobile (kommob) sebanyak 2 unit dan kendaraan traffic accident analysis(TAA) sebanyak 1 unit,” kata Direktur Penegakan Hukum (Dirgakum) Korlantas Polri Brigjen Pol. Raden Slamet Santoso dalam keterangan resminya.

Selain itu, juga ada untuk komando mobile (kommob) sebanyak 2 unit dan kendaraan traffic accident analysis(TAA) sebanyak 1 unit.

Kendaraan kommob lanjut Slamet, akan berfungsi untuk pengamanan pengawalan, pengamanan rute, dan pengamanan parkir. Selain itu, Korlantas Polri juga mengerahkan personel lalu lintas baik dari tingkat Mabes Polri, Polda Bali, dan polda terdekat seperti Polda Jawa Timur dan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Korlantas Polri juga akan menerjunkan 2.446 personel gabungan, terdiri atas Ditlantas Polda Bali 906 personel, Korlantas Polri, dan jajaran Ditlantas Nusantara sebanyak 1.532 personel.

“Semua ini demi keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas World Water Forum sehingga nama Indonesia di ranah internasional bisa lebih baik,” ujar dia.

Pengawalan Korlantas Polri juga tergabung dalam Operasi Puri Agung 2024 yang digelar oleh Polri selama 10 hari, pada 17-26 Mei 2024.

Sementara itu TNI Angkatan Laut juga turut menyiagakan tujuh kapal perang (KRI) dan dua helikopternya di Bali. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta mengatakan, kapal-kapal perang itu beserta alutsista lain dari TNI AL bakal siaga di Bali atau on position sejak 13 Mei 2024.

Adapun tujuh kapal perang tersebut terdiri atas dua fregat, satu korvet, satu kapal bantu rumah sakit (BRS), dan tiga kapal patroli cepat. Kapal-kapal itu seluruhnya bermarkas di wilayah kerja Komando Armada (Koarmada) II TNI AL, mencakup KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI Ahmad Yani-351, KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Layang-635, KRI Tongkol-813, KRI Marlin-877, dan KRI dr. Soeharso-990.

“Kemudian ada juga dua helikopter, searider, dan LCVP (landing craft vehicle personnel/sekoci pendarat amfibi),” kata dia.

Dia menegaskan, pihaknya juga menyiapkan total 1.060 prajurit-nya untuk mengawal seluruh rangkaian acara. Tak hanya itu, ada juga 12.000 lebih prajurit TNI dari tiga matra yang dipersiapkan untuk membantu tidak hanya pengamanan, tetapi juga pengawalan terhadap tamu-tamu negara, serta antisipasi terhadap berbagai kemungkinan bencana alam saat acara berlangsung.

Dengan begitu, para prajurit itu siaga di Bali setidaknya seminggu sebelum acara berlangsung, bahkan ada yang mulai berangkat ke Bali pada akhir bulan lalu.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


World Water Forum Jadi Momentum RI Siapkan Infrastruktur Air


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *